Tag Archives: rawabuntu

Perdana Pakai Kartu Multi Trip

Perdana Pakai Kartu Multi Trip

Karena berniat akan sering memakai CL, aku membeli kartu multi trip dan langsung kuisi ulang. Belinya di stasiun Rawabuntu hari Ahad kemarin. Sebelum membeli, aku pikir kartu multi trip ini ya sama seperti kartu single trip, tapi untuk pemakaian CL yang mesti berpindah kereta. Ternyata aku salah, hehehe. Kalau untuk yang berpindah kereta tetap bisa pakai kartu single trip, sedangkan kartu multi trip semacam e-toll card yang bisa diisi ulang. :p

Hari itu aku dan suami juga mampir ke stasiun Cisauk. Sepenglihatanku belum ada gerbang tiket seperti yang ada di stasiun lain. Pikirku, mungkin ada loket lain yang tidak tertangkap mataku, seperti halnya stasiun Rawabuntu yang juga punya dua pintu loket. Stasiun Cisauk ini sebenarnya lebih dekat dari rumah dan dari Gading Serpong, kantor suamiku, jadi kalau untuk kegiatan antar jemput insya Allah lebih cepat. Namun, aku tidak begitu mempertimbangkannya sebagai stasiun keberangkatanku karena jadwal CL yang berangkat dari sini tidak sebanyak yang ada di Rawabuntu.

Senin (8/7) adalah hari perdana pemakaian kartu multi trip-ku. Aku janjian dengan Endah dan Fifi untuk ketemuan di stasiun Tanah Abang. Berangkat dari Rawabuntu jam 07.42, tempat duduk sudah penuh semua, tapi untuk berdiri masih longgar. Lalu kereta berhenti di stasiun Sudimara, wuiiih, kereta langsung penuuuh. Buat berdiri sudah susah. Kaki dimana, tangan dimana. Masuk di stasiun Jurangmangu tambah penuuuh. Di Pondok Ranji, penumpang yang mau masuk ditolak karena memang sudah tidak muat.

Dengar-dengar, sejak penetapan tarif progresif, kereta memang jadi tambah penuh, bahkan sampai siang masih tetap penuh seperti pagi hari. Waduh, aku jadi berpikir ulang nih naik kereta. Kalau naik bus dari Karawaci, hampir dipastikan aku akan dapat tempat duduk. Kalaupun berdiri, isi bus tidak akan sepenuh kereta. *mikir-mikir*

Pulangnya, berangkat sekitar jam 16.00 dari Tanah Abang. Naik di gerbong khusus wanita. Penuh sih, tapi masih lumayan nyaman buat berdiri. Karena kereta ini jurusan Parung Panjang, maka aku niatkan untuk turun di Cisauk. Sesampainya di stasiun ini, jebul memang gerbang tiketnya belum ada, tidak ada itu yang namanya dua gerbang tiket seperti di Rawabuntu. Hiks. Daku sok teu juga ye kemarin itu…

Penumpang yang lain pakai kartu single trip. Ada Pak Satpam yang bertugas mengumpulkan kartu tersebut. Daku seorang yang pakai kartu multi trip, jadi bingung deh. Nasip… nasip… Pak Satpam menyuruhku balik ke stasiun Serpong, kalau keluarnya di Cisauk, kartu multi trip-ku tidak bisa dipakai dan ujung-ujungnya bisa kena denda. Tapi si Pak Satpam juga tidak bisa menjelaskan lebih lanjut tentang denda itu bagaimana alurnya… Apakah akan kena denda Rp15.000 karena dianggap tidak jadi naik CL?

Karena malas kemana-mana lagi, daku duduk saja di bangku depan loket, menunggu jemputan. :D

Akhir pekan ini ingin mengajak Mas Ipin jalan-jalan pakai CL, semoga keturutan. Ingin ke Tanah Abang untuk suatu urusan. Berangkat dari Cisauk saja lah yang lebih dekat. Sekalian jalan-jalan ke calon rumah Esha yang katanya tidak jauh dari stasiun itu. Yuk mariii…