Tag Archives: pasar tanah abang

Jalan-Jalan Hari Sabtu

Jalan-Jalan Hari Sabtu

Seperti yang sudah direncanakan beberapa hari lalu, akhir pekan ini aku mengajak Mas Ipin main ke Tanah Abang, secara lebih khusus, tujuan kami adalah Pasar Tanah Abang. Ini adalah kunjungan pertamaku ke pusat perdagangan tekstil yang katanya terbesar di Asia Tenggara itu. Yeah, sudah tinggal di Jakarta selama 9 tahun dan baru sekali ini ke Pasar Tanah Abang. :D

Aku dan Mas Ipin berangkat dari rumah naik motor menuju stasiun Cisauk. Sampai di stasiun, pas banget ada pengumuman kalau kereta menuju Tanah Abang sudah mau datang. Kalau Senin kemarin aku melihat tiket yang dijual masih berupa kertas, kali ini petugas di Cisauk sudah menjual kartu single trip. Masih belum ada gerbang tiket seperti di stasiun-stasiun lain sih, tapi ada alat khusus untukku dan Mas Ipin tap in kartu.

Niat awal sih ingin main ke Pasar Tanah Abang yang sebenarnya alias masuk ke bangunan warna hijau yang kelihatan jelas kalau baru keluar dari stasiun Tanah Abang. Aku tidak tahu sebelah mana Blok A, Blok B, dan sebagainya. Intinya ingin masuk bangunan itu saja. Tapi karena rombongan manusia yang mau dan dari sana begitu banyak, aku memutuskan mampir ke kios-kios yang ada di sekitar bangunan hijau itu. Yang penting dapat barang yang dicari dengan harga yang lebih murah dibanding di tempat lain. :)

Setelah satu jam lebih berbelanja, aku dan Mas Ipin lalu kembali ke stasiun. Yang ingin dibeli sebenarnya masih banyak, tapi apa daya dompet sudah tipis, hehe. Lagipula hari sudah siang, sedangkan kami masih punya banyak agenda, ceile… banyak agenda… Di stasiun Tanah Abang sudah nangkring CL menuju Parung Panjang, kami pun langsung naik.

Dan selanjutnya, beginilah catatan acara jalan-jalan kami di hari Sabtu:

  • Bertemu dengan penjual asinan di dalam kereta, aku beli asinan deh. Pas ingin banget buka puasa dengan asinan (sampai dibikin twit di hari sebelumnya, hehe) pas ada yang jual asinan. Di dekat rumah tidak ada yang jual asinan, hiks.
  • Catat ya Ren, di stasiun Cisauk belum ada mushola.
  • Mampir ke mushola (atau masjid?) depan kompleks perumahan Serpong Garden. Oh ini toh perumahan Serpong Garden yang harga rumah tipe kecilnya saja mihil-mihil itu… Tapi lebih mending daripada harga di Serpong City Paradise yang untuk tipe 30-nya saja harganya hampir setengah M. zzZZzz…
  • Catat ya Ren, beli jas hujan satu lagi atau beli mantel hujan yang bisa dipakai untuk berdua. Aku dan Mas Ipin terjebak hujan dan ngiyup di masjid (atau mushola?) dekat Serpong Garden itu selama lebih dari 1,5 jam. Kami cuma punya jas hujan yang bisa dipakai untuk 1 orang saja. Dulu Mas Ipin kekeuh mau beli mantel hujan yang bisa buat 2 orang, aku malah kekeuh beli jas hujan yang khusus untuk 1 orang. Kupikir lebih aman dan nyaman pakai itu. My bad… :(
  • Mengunjungi rumah Esha. Rumahnya sih masih kosong, Eshanya belum pindahan dan tidak sedang main ke rumah itu juga. Aku cuma punya alamat. Mumpung aku dan Mas Ipin dari stasiun Cisauk, sekalian mampir. :D
  • Mampir ke masjid dekat rumah Esha. Suasananya enak karena persis di sebelah masjid ada situ. Ada beberapa orang yang sedang memancing di sana. Memang ya, Tangerang itu dipenuhi dengan situ-situ…
  • Mampir ke Pasar Kelapa Dua untuk mengambil jahitan 1 stel baju seragam kantor. Sisanya belum ada yang jadi. Sampai di sana baju 1 stelku juga belum selesai dikerjakan. Sembari menunggu hasil jahitan, aku keliling-keliling pasar tersebut. Sebelumnya pernah ke sini beberapa kali untuk main bulutangkis. Untungnya, aku ingat baru saja menghabiskan uang saat ke Tanah Abang. Jadi di sini aku mencoba menahan diri. :p
  • Catat ya Ren, di seberang bawah penjahit baju seragammu, ada kios yang melayani jasa neci. Asyiiik. :)
  • Pulang ke rumah melalui jalur baru. Kami jadi tahu jalan cepat nan sepi dari kampus Mas Ipin menuju Jalan Kepala Dua Raya. Kalau mau jemput aku di Islamic jadi lebih cepat. Ingat ya Mas, tembusan jalannya adalah masjid dekat Vila Rizki Ilhami.
  • Kerupuk sangrai kesukaan Mas Ipin dijual di dekat pom bensin.

Sekian. :)