Tag Archives: insecure

Insecure

Insecure

Hohoho…

Di rumah kami sedang ada bapak-bapak tukang. Dak duk dak duk… berisik suara alat-alat tukang mereka. Dalam rangka menyambut junior datang ke dunia, rumah mungil kami diberesi sedikit. Semoga nanti junior dan siapapun yang akan menemani kami di rumah ini dapat merasa nyaman. Aamiin…

Sambil menunggui bapak-bapak tukang bekerja, aku uthek-uthek ponselku. Kemarin Mas Ipin sudah memasang aplikasi wordpress di sini. Daripada mengganggu orang yang sedang bekerja dengan mengajak mereka chatting, pilihan bikin postingan jauh lebih baik. Terima kasih, Mas Ipin untuk aplikasi wordpress-nya. Ini mainan yang mengasyikkan. I love you.

BTW… aku masih terkagum-kagum dengan kakak kelasku yang kemarin menghiasi pemberitaan di media. Dia diangkat menjadi direktur BUMN di usianya yang baru menginjak 28 tahun! Keren kan? Selisih satu tahun di atasku, tapi pencapaiannya sudah sangat luar biasa.

Hasil mengintip linikalanya, ternyata si Mba lulusan S2 di negeri Belanda ini masih merasa insecure dengan pencapaiannya di usianya yang masih 20-an. Twit insecure-nya tentang insecurity itu masih belum ada seminggu yang lalu. Dia belum diangkat menjadi direktur BUMN sih saat itu, hehehe. Tapi… Halooo, Mba. Kamu pasti sudah mencapai banyak hal sampai akhirnya kamu dipercaya untuk menduduki posisimu sekarang.

Dan… kalau yang sepertimu saja masih merasa insecure, terus yang seperti aku ini mesti merasa bagaimana dong?

Sebenarnya apa sih itu insecure? Rasa tidak aman yang ditimbulkan oleh diri kita sendiri, to? Semacam pikiran negatif. Belum tentu penyebab yang membuat kita merasa tidak aman itu benar-benar nyata? Iya, to?

Jadi, kalau kita berpikiran positif, maka rasa tidak aman itu tidak akan muncul? Iya, to? Hehehe. Tahu, deh.

Yak, masalah insecurity ini memang banyak dialami orang. Mungkin ya, salah satu penyebabnya adalah karena kita suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Mungkin ya…

Dulu pernah juga aku menanyakan hal yang sama dengan si Mba Direktur tadi. Apa sih pencapaianku di usiaku yang sudah 20-an? Kalau aku sih pantas-pantas saja berpikir seperti itu, lha memang tidak banyak pencapaian kok, hehehe. Saat itu, lanjut kuliah belum, menikah belum, boro-boro punya anak. Sedangkan teman-teman yang lain, kalau tidak sudah lanjut kuliah ya sudah menikah atau punya anak. Jadi, ada hal besar yang mereka lakukan. Terus, di sisi kehidupanku yang lain, aku juga cuma berjalan seperti air yang mengalir.

Tapi, karena berpikir bahwa orang punya jalan hidup sendiri-sendiri, perasaan itu lama-lama hilang. Terlupakan. Yang ada aku menjalani hidup dengan bahagia. Kayaknya sih begitu.

Hahaha, postingan tidak jelas.

Sudah dulu saja lah pembahasan mengenai ini. Meracau tidak jelas sekali kau, Ren. Mending lihat hasil kerja bapak-bapak tukang, yuuuk.