Tag Archives: ibu

Just For My Mom

Just For My Mom

Just For My Mom
[Sheila On 7]

Sometimes I feel my heart so lonely but that’s ok
No matter how my girl friend just left me I just don’t care
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s no one to hold me
She’s there for me, she’s my mom

Just for my mom, I write the song
Just for my mom, I sing this song
There’s just my mom, can wipe my tears
There’s just my mom, can only hear

Trap in a subway, can’t remember the day but I feel ok
Damped in damn situation, in every condition with no conclusion
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s no one to hold me
She’s there for me, she’s my mom

Just for my mom, I write the song
Just for my mom, I sing this song
There’s just my mom, can wipe my tears
There’s just my mom, can only hear

You may say I have no one, to cover me under the sun
You only get it from your mom

MOM = Best Friend + Best Supporter + Greatest Fan

 

*kangen Ibu, ibu nomor satu di dunia :’)

Menjelang Tidur

Menjelang Tidur

Mendongeng menjelang tidur itu salah satu tradisi orang Jawa bukan, ya? Banyak kesenian Jawa yang dekat dengan kegiatan “berkisah” sih, seperti misalnya wayang kulit, wayang wong, ataupun kethoprak (ini bukan kethoprak yang makanan itu, loh). Akan tetapi, untuk mendongeng, dan lebih khususnya lagi mendongeng menjelang tidur, sepertinya jarang aku ketahui dilakukan orang tua-orang tua di kampungku. Aku hanya mengambil sampel dari orang tua teman-temanku saja, sih. Kata teman-temanku begitu. :P

Kalau orang tuaku sendiri bagaimana?

Tidak jauh beda.

Sewaktu masih kecil, aku suka minta didongengi Ibu menjelang tidur. Tapi~, selalu aku yang meminta, tidak pernah Ibu yang menawarkan terlebih dahulu. Jadi, boleh kukatakan, Ibu terpaksa mendongeng. Hehehe. Biasanya, dongengnya pun diceritakan terputus-putus karena Ibu sudah mengantuk berat. Dan kisah yang diceritakan pun hanya yang itu-itu saja. Tapi, aku tetap suka dan tidak pernah bosa~n. :)

Yang paling sering diceritakan Ibu adalah legenda Rawa Pening. Legenda ini mengisahkan awal mula terbentuknya telaga Rawa Pening yang ada di kabupaten Ambarawa. Read the rest of this entry

Bahasa Kami

Bahasa Kami

Hatiku sedang merindu Ibu, mungkin karena sudah beberapa bulan tak bersua, atau bisa jadi karena sekarang adalah bulan Ramadhan. Bulan ini semakin menenggelamkan hatiku ke dalam lubang rindu kepada Ibu dan rumah. Hemmm, daripada bengong-bengong karena kangen mereka, lebih baik aku mencorat-coreti blogku dengan kata Ibu. :)

Bercerita tentang Ibu adalah salah satu hal yang paling mudah kulakukan. Seribu cerita siap keluar dari mulutku dengan lancar. Eh, kalau di blog tidak keluar dari mulutku ding, tapi kuketik dengan tanganku. He, tapi mungkin karena aku sudah lama tidak menulis, cerita menjadi agak tersendat-sendat mengalir.

Kali ini, aku ingin berceloteh tentang ‘bahasa kami’. Yup, aku dan Ibu punya bahasa yang hanya dimengerti oleh kami, kusebut bahasa kami. Read the rest of this entry

Tentang Hujan, di Bulan Juli

Tentang Hujan, di Bulan Juli

Saat sedih dan bahagia, aku mudah teringat hujan.

hujan

Terima kasih ya, hujan. Terima kasih… Kita punya banyak kenangan bersama. Iya sih kadang kamu menyebalkan, tapi sebagian besar yang aku ingat tentang dirimu adalah hal-hal menyenangkan.

Hujan, ingatkah kamu saat aku masih kecil? Aku sering mencuri-curi kesempatan supaya bisa hujan-hujanan bareng teman-teman. Tempat favoritku buat hujan-hujanan adalah di bawah pancuran air talang rumah. Read the rest of this entry

Dulu dan Sekarang

Dulu dan Sekarang

Pada suatu sore yang redup, seorang anak perempuan berumur 9 tahun berlari-lari kecil menuju rumahnya. Dia baru saja selesai bermain di rumah temannya. Sesampainya di rumah, dia langsung mencari ibunya. Sang ibu ternyata sedang sibuk memasak di dapur.

“Masak apa, Bu?” tanya si anak, napasnya masih sedikit terengah-engah.
Sang ibu tersenyum, lalu berkata, “Masak sayur kesukaanmu. Kok udahan mainnya?”
Si anak hanya terdiam. Dia memperhatikan sang ibu dengan saksama.
“Cape ya, Bu? Mau dibantuin ga?”
Sang ibu kembali tersenyum. “Ga usah. Mandi aja sana. Dah sore. Ntar selesai mandi, bisa langsung makan.”
Si anak masih terdiam. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca.
“Bu…”
Read the rest of this entry