Tag Archives: cerita kehamilan

Lewat HPL

Lewat HPL

Tiap hari bareng, tapi makin hari makin kangen. :’)

Kangennya itu sudah yang kangeeen buangeeet. Sudah lama deh aku tidak merasakan kangen seperti ini. Malah kayaknya belum pernah merasakan yang seperti ini. Padahal… tiap hari kan bareng ya.

HPL junior memang sudah lewat empat hari, tapi namanya juga perkiraan ya, bisa maju bisa mundur. Aku dan Mas Ipin masih menunggu sinyal dari junior. Tiap hari junior kami ajak berkomunikasi, tapi tampaknya di dalam masih lebih menarik buat junior. Sabar… sabar…

Kami percaya junior tahu saat terbaik kapan dia akan melihat dunia. Semoga kondisinya di dalam selalu oke-oke saja hingga waktu kelahirannya nanti. Terakhir periksa, denyut jantungnya bagus, air ketuban masih cukup, dan yang lain-lainnya juga normal. Besok jumat kami berencana untuk periksa lagi. Semoga semua baik-baik saja dan junior bisa segera lahir. Aamiin…

Berbagai macam induksi alami sudah aku coba. Mas Ipin sudah rajin ‘menengok’ junior seperti yang dianjurkan banyak orang. Makan durian, nanas, mangga, pepaya mengkal sudah. Mandi air hangat juga sudah. Dll dll. Tapi junior masih anteng… Eh ya tidak anteng sih, di dalam aktif bergerak terus, kepalanya juga sudah nyondol-nyondol ke bawah. Menggoda Bunda kamu ya, nak…

Sana-sini bilang aku stress memikirkan Ibu, makanya junior masih betah di dalam. Ibu memang sudah hampir dua minggu dirawat di RS Polri. Tapi dibilang stress ya tidak lah. Malah bisa jadi stress beneran kalau sana-sini bilang aku stress lhoo. Seperti pesan Ibu, kami punya perjuangan sendiri-sendiri, harus terus semangat dan tetap saling mendoakan. Iya Bu, siaaap.

Alhamdulillah, Mas Ipin mulai minggu ini juga sudah ambil cuti, jadi aku ada teman yang siap siaga 24 jam di sisiku. Tadinya Mas Ipin pikir dia ambil cuti ini si junior sudah lahir, eh ternyata belum. Cuti satu minggunya ditambah libur akhir tahun, jadi ada waktu cukup panjang untuk Mas Ipin menemaniku dan junior. Ada untungnya juga tempat kerja Mas Ipin dekat rumah. Jadi nanti kalau dia sudah masuk kerja, kalau ada apa-apa bisa pulang dengan cepat. Tiap istirahat siang juga bisa menengok aku dan junior. Tapi semoga nanti setelah junior lahir ada yang bisa menemani kami bertiga, biar lebih tenang. Ayo ayo siapa yang mau mendaftar. Kasihanilah kami… hehehe.

Kata orang, paling ribet merawat bayi itu minggu-minggu awal melahirkan karena masih ada tali pusar. Nanti kami sudah siap-siap minta tolong bu bidan dekat rumah atau dukun bayi daerah sini kalau ada kesulitan memandikan junior saat masih ada tali pusarnya itu.

Sebelumnya tidak terbayang sama sekali benar-benar bakal cuma berdua saja menanti kelahiran anak kami, mana rumah kami jauh dari saudara. Hadapi saja dengan sebaik-baiknya, nanti juga akan berjalan baik dengan sendirinya. Iya to? Entah ya, kok aku sekarang bisa setenang ini. Ya tenang-tenang deg-degan juga, tapi masih terhitung tenang. Terima kasih ya Allah untuk rasa tenang yang Kau berikan ini. Pengaruh afirmasi positif yang sering aku dengarkan juga sepertinya. Biarpun dulu kaku memegang bayi, hehehe *ketawa getir*, insya Allah besok junior akan terawat dengan baik. Aamiin!

Makanya, ayo junior, ndang ketemu Ayah Bunda. Ayo ayo… Insya Allah kami akan berusaha merawatmu dengan sebaik-baiknya. :)