Mendengar nama merek cokelat ini sih baru-baru saja, saat diajak Mba Eris mampir ke pabriknya langsung kira-kira di bulan Agustus 2009. Ceritanya, kami berdua mendapat surat tugas dari kantor buat pergi ke Jogja. BTW, tugas kala itu adalah tugas dinas luar paling menyenangkan yang pernah aku alami, lho. Mengapa begitu?

Pertama, karena perginya ke Jogja [kota favoritku]. Kedua, karena kami yang sama-sama pelaksana ini cuma pergi berdua, tanpa ada atasan yang ikut [wow banget]. Ketiga, karena kami mendapat mobil sewaan plus sopir yang seharian bisa bebas dipakai kemana saja. Di Jogja, tanpa atasan, ada mobil sewaan plus sopir, bak mendapat durian runtuh. Menyenangkaaan! :)

Mba Eris adalah pecinta cokelat sejati, sedangkan aku cuma penikmat biasa yang kalau ada ya dimakan, kalau tidak ada ya tidak mencari-cari. Sebelum bertemu cokelat ini, berapa kali aku makan cokelat mungkin masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kakiku sendiri. Hehehe. Tapi, setelah diajaki Mba Eris, hemmm…

Melihat betapa sukanya Mba Eris pada cokelat, mengunjungi pabrik dan membeli cokelatnya di sana langsung, mendapati pabrik yang di luar dugaan [rumah kuno yang terasa adem, ga seperti pabrik], membeli cokelat di tengah suasana hati yang menyenangkan, lalu memberikan cokelat itu ke salah satu sahabat karib di Jogja [ihir], akhirnya hatiku mulai “sedikit” mengakui bahwa cokelat itu makanan istimewa dan perlu dicari. Entahlah, si cokelat seperti naik pangkat. :D

Yang tadinya jaraaaaaaaaang sekali membeli cokelat, kemudian jadi mulai membeli, tapi tetap sih masih dapat dibilang jarang. Sayangnya, cokelat merek ini sulit didapat di Jakarta. Kalau sudah kangen makan cokelat, daripada pusing mencari merek tadi, ya aku beli merek lain. Padahal, mau dilihat dari sisi mana pun, aku jauh lebih suka si dia daripada merek lain. Melihat bungkusnya saja sudah bikin hati senang dan tenang, hemmm, mungkin karena efek pertemuan pertama dengannya di Jogja yang penuh kebahagiaan itu.

Soal rasa, aku tidak bisa membandingkan masih enak mana antara cokelat merek ini dengan merek lain. Lidah memang tidak bisa bohong, tapi berbagai merek cokelat kalau sudah lumer di lidahku, rasanya tetap hampir sama semua, hehehe. Namun, soal kecenderungan suka yang mana, sudah pasti jawabannya adalah cokelat dari Jogja itu. Suka bungkusnya, suka suasana adem di pabriknya, suka jenis cokelatnya, suka rasa senang saat mulai menggigit cokelatnya, dan suka lain-lainnya…

Cokelat yang kumaksud adalah Cokelat Monggo.

 

Pabriknya terletak di kota perak: Kotagede. Kami sempat melewati Makam Raja Mataram Kuno saat menuju ke sana. Sepulangnya dari sana, kami juga mampir ke toko kerajinan perak. Hasil kerajinannya bagus-bagus dan menarik, sayang harganya mahal-mahal, hehehe.

Berdasarkan informasi dari internet, ini dia alamat lengkap pabrik Cokelat Monggo:

Jalan Dalem KG III/978 RT 043 RW 10
Kelurahan Purbayan, Kotagede
Yogyakarta
55173
Telp. : 0274-7102202
Fax. : 0274-373192

Ayo ayo, silakan beli silakan beli, nanti jangan lupa aku dibagi. Sedang ingin makan cokelat Monggo, nih. ^_____^

 

 

Gambar diambil dari: http://chocolatemonggo.blogspot.com/

Cokelat Monggo
Tagged on:     

8 thoughts on “Cokelat Monggo

  • March 24, 2011 at 10:13 am
    Permalink

    Di jakarta pernah nemu di atrium. Di bawah itu namanya apa sih? bukan giant kan?! (ketahuan udah lama banget ga nge-mall) Tapi selisihnya lumayan dari di yogya (ya iyalah)

    Coklat monggo mantep dark coklatnya. Sayang belum keturutan. Dulu beli yang 58% apa ya? lupa…

    Reply
    • March 24, 2011 at 11:21 am
      Permalink

      Iya, bukan Giant. Tapi aku juga lupa apa namanya, bukan nama swalayan yang terkenal kok, hehe. Kalo di Jakarta, kayaknya aku beli Cokelat Monggo-nya di tempat itu. Sayang di Jurangmangu belum nemu. :)

      Reply
  • March 24, 2011 at 2:52 pm
    Permalink

    namanya Foodmart klo g salah…hehehe..
    hwaa…ak kmrn ke jogja,,,tp cm sempet ke beringharjo,,gak kmana2…
    pasti terinspirasi status fbku iki…hehehe.. :P

    Reply
    • March 24, 2011 at 4:40 pm
      Permalink

      Kalo yang ngomong anak mall, kayaknya sih ga bakal salah, hehehe. Yoo, emang terinspirasi dari statusmu. Kowe marai pengen main ke Jogja, sih.. :P

      Reply
  • March 24, 2011 at 3:18 pm
    Permalink

    Weleh, fiii…di depan beringharjo kan ada mirota batik. Di situ banyak banget stok monggo. Hehehe ^-^v

    Reply
    • March 24, 2011 at 4:47 pm
      Permalink

      Kalo belum kenal sama cokelat ini sebelumnya, emang bakal kurang ngeh sama keberadaannya. Alhamdulillah, Mba Eris mau ngenalin cokelat itu ke aku, jadi cepet nyadar kalo pas lihat tu cokelat.. ^____^

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge