Fair Play, Please…

Fair Play, Please…

Kecewa. Itu satu kata yang mewakili perasaanku saat melihat gol yang dibuat Buston Brown pada pertandingan Arema melawan Persija tadi malam. Sebuah gol kontroversial yang semakin menodai sportivitas permainan sepak bola di Indonesia. Sungguh menyedihkan… Aku kecewa… Sudah sedemikian tidak sportifnyakah para pemain di liga Indonesia? Tidak kaaan? Kalian masih bisa bermain sportif kaaan? Ayo dong tunjukkan kepada dunia!!!

aku2

Buston Brown mencetak gol dari bola fair play. Bola fair play yang biasanya diberikan kepada tim lawan, justru ia lesakkan ke gawang lawan. Masuk, dan disahkan pula oleh si wasit. Uuuhhh, aku kecewaaa!!! Itu kan bola fair play!!!

Aku saja yang menjadi penonton, dan bukan pendukung Persija, sangat kecewa melihat gol tersebut, apalagi para pemain, official tim Persija, dan Jakmania yah?

Ah, kurasa semua orang berhak (atau wajib???) kecewa melihat proses berlangsungnya gol Buston Brown, bahkan tidak terkecuali tim Arema sendiri. Mereka seharusnya malu, apalagi para Aremania sudah memasang spanduk besar bertuliskan “FAIR PLAY, PLEASE” di stadion. Dengan jelas aku bisa melihat tulisan itu di layar televisi, apalagi mereka yang sedang berada di lapangan? Aremania-lah yang membawa spanduk tersebut, tapi pemain Arema sendiri yang mengkhianati harapan itu. Tidak malukah kau wahai Buston Brown???

Salut juga dengan tim Persija yang bersedia untuk meneruskan permainan. Meski gol Buston Brown pada menit ke 66 itu membawa Arema unggul 2-1, tapi Persija yang hanya berjumlah 10 orang sejak menit ke-17 itu terus bermain sampai akhirnya berhasil menyamakan kedudukan 2-2 lewat heading Fabiano Lopes pada menit injury time.

Bisa jadi Buston Brown membuat gol itu terilhami dari gol pemain PKT Bontang, Debbah, beberapa hari sebelumnya. Pada tanggal 21 April lalu, saat Arema bertandang ke kandang PKT Bontang, gol senada lahir, dan membatalkan kemenangan Arema atas PKT. Arema juga telah dirugikan oleh permainan kurang sportif serupa. Aku tidak menonton pertandingan itu sih. Kalau menonton, mungkin aku juga bakal kecewa beraaattt. Meski demikian, tidak sepantasnya Arema melakukan hal serupa pada pertandingan melawan Persija tadi malam. Sungguh tidak sepantasnya…
Mereka saja menilai gol itu lahir dari permainan yang tidak sportif, tapi mengapa si Buston Brown itu ikut-ikut melakukannya???

Mengapa Brown? Mengapa???

Ah, ya sudahlah… Calm down, Reni…

Tapi, asa itu masih ada. Fair play itu belum mati dari permainan sepak bola di negeri ini, kok. Ya kaaan? Ayo kita tunjukkan.

FAIR PLAY, PLEASE…

===

*tulisan ini pernah diposting di blogku yang lain pada 27 April 2009

One Response »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge