Junior

Junior

Sesekali lah bikin postingan khusus tentang junior. Selama ini kan biasanya tercampur-campur dengan cerita lain. Hemmm, mulai cerita dari mana ya? *brb lihat postingan orang lain seputar perkembangan janin*

Junior sekarang kalau kata dokter usianya 13 minggu. Kalau dari hitungan sendiri sih sudah 16 minggu. Pernah kutanya ke dokter mengenai selisih yang cukup jauh ini. Jawabnya, “Mungkin Ibu lupa tanggal HPHT-nya. Lagipula selisih itu biasa kok, Bu.” Baiklah… Berapapun usiamu, yang penting kamu sehat-sehat ya, Nak. :)

Pertama kali periksa di klinik Permata Bintaro dengan dokter Riyana. Saat itu masih baru kelihatan kantung janin, usianya diperkirakan baru 4-5 minggu. Periksa kedua kali di klinik daerah dekat rumah (lupa namanya), dengan dokter xxx (lupa juga namanya). Usia diperkirakan sudah 10-11 minggu. Periksa selanjutnya masih belum diputuskan mau dimana. Dari dulu kalau periksa ke dokter kandungan, aku sukanya di klinik. Kalau di rumah sakit, kudengar biasanya antriannya panjang. Nanti dipikirkan lagi ya Nak kamu mau diperiksa kemana. Di klinik boleh, di rumah sakit juga boleh.

Aku sangat merasa bersalah kepada junior karena di awal-awal kehamilan dia sering kubawa bepergian jauh. Sering juga kubawa begadang. Hiks. Alhamdulillah sekarang junior tetap sehat dan baik-baik saja.

Di bulan April aku mudik ke Kebumen dua kali. Saat itu masih belum tahu kalau sedang hamil. Di bulan Mei aku bepergian jauh lagi, kali ini ke Jogja karena Ibu saat itu sudah pindah dirawat di Sardjito. Perjalanan ke Jogja adalah perjalanan yang beraaat. Sendirian naik bus, terjebak 21 jam di jalan karena macet, sempat dioper ke bus lain, dan mabok sepanjang perjalanan, paling parah saat dari Brebes sampai Jogja. Tiap diisi makanan, beberapa saat kemudian makanan itu akan keluar lagi. Tersiksaaa. Sepanjang perjalanan aku terus berdoa semoga junior baik-baik saja dan memintanya supaya kuat. Kalau ingat perjalanan itu, hrrr, begidik sendiri.

Lalu bulan Juni kemarin, Ibu memintaku pulang lagi. Ada acara syukuran di rumah. Sebenarnya dokter dan suami kurang setuju aku pulang, tapi aku tidak kuasa menolak permintaan Ibu. Alhamdulillah suami mengijinkan. Jadilah pulang, kali ini bisa dapat tiket kereta PP. Tetap saja ya mabok meski naik kereta, hehe. Tapi naik kereta jauuuh lebih cepat dan nyaman dibanding naik bus tempo hari.

Soal ngidam makanan, tidak ada makanan yang junior idam-idamkan sampai sebegitunya. Kedondong, rujak bebek, nasi goreng buatan suami (yang mana cuma dimakan beberapa suap karena rasanya biasa saja #upsss), dan pempek adalah beberapa makanan yang sempat menjadi idaman junior.

Urusan makanan sehari-hari, paling suka makan pakai sayur bayam dan tempe goreng. Atau pakai rebusan daun, sambal krosak, dan tempe goreng. Junior sepertinya tergila-gila dengan tempe goreng. Suka juga dengan udang dan cumi. Eh iya, junior juga suka dengan roti panggang isi pisang dan cokelat. Suamiku juga kebetulan suka roti panggang sebagai menu sarapan pagi. Jadi klop deh si junior dengan ayahnya, hehe. Tadinya junior sukanya piscok, tapi karena berminyak banget, maka aku ganti dengan roti panggang isi pisang cokelat tadi. Sekalian biar sandwich toaster yang di rumah bisa terpakai, jadi kan suamiku nanti tergerak untuk membelikan peralatan masak memasak lainnya. #modus

Sudah tiga bulan hamil, berat badanku masih tetap seperti bulan pertama hamil. Perutku juga masih tampak rata, masih kalah jauh dengan perut suami. Kalau suami menyapa junior, biasanya junior akan balas menyapa yang ada di dalam perut suami (doh). Sempat khawatir dengan perut yang masih kecil ini, tapi kata beberapa orang itu wajar-wajar saja. Ya sud. :)

Kira-kira demikian cerita tentang junior. Tetap saja ya, tercampur dengan cerita-cerita lainnya. Semangat selalu, junior. Sehat-sehat di dalam ya. We love you so much, baby

2 Responses »

    • Itu nyapa bo’ong2an Nur, hehehe, cuma adu gendut2an perut aja. Kayake dokter bener, 2 dokter pendapate jg sama. Aku baca2 di sumber lain ttg perkembangan janin emang sesuai dg keterangan dokter juga. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge