Undangan pernikahan di bulan Oktober dan November datang membanjir. Apalagi untuk minggu kedua di bulan November, wah benar-benar menjadi minggu dengan paling banyak undangan pernikahan. Namun, tempat pernikahannya berjauhan satu sama lain. Ada yang di Jakarta, ada yang di Jawa Timur, ada yang di Jawa Barat, dan ada pula yang di Jawa Tengah.

Aku dan Mas Ipin memilih untuk menghadiri pernikahan teman kami di Kebumen. Untuk tanggal 10, ada Guntur yang menikah di Gombong. Sedangkan untuk tanggal 11, ada Mbak Wiwi dan Imam yang menikah di Kebumen Kota. Mba Wiwi ini adalah teman karib Mas Ipin. Jadi, dari jauh hari Mas Ipin sudah mengajakku mudik untuk melihat langsung acara pernikahan Mba Wiwi ini.

Guntur adalah teman sekelasku di kelas 1 SMA dan teman sekelas Mas Ipin di kelas 2 dan kelas 3 SMA. Dia juga kuliah di STAN dan mendapat penempatan di Jakarta. Yah, jalan hidupnya ada mirip-miripnya sedikit lah denganku, hehe.

Pernikahan Guntur dan Wulan

 

Mba Wiwi adalah teman sekelas Mas Ipin dari kelas 1 sampai kelas 3 SMA. Anaknya supel dan ramai. Ibuku juga suka dengan dia. Beberapa kali Mba Wiwi main ke rumahku dan selalu bisa menarik perhatian Ibu dengan sikapnya itu. Suami Mba Wiwi adalah Imam. Imam ini adalah teman sekelasku di kelas 1 SMA. Sama halnya seperti Guntur, Imam juga kuliah di STAN dan mendapat penempatan di Jakarta. Hehehe, jalan hidupnya juga ada mirip-miripnya sedikit denganku, dong. Otomatis. :D

Pernikahan Mba Wiwi dan Imam

 

Dengan Imam ini, aku malah merasa memiliki lebih banyak persamaan. Kami dulu di kelas 1 sama-sama pernah tidak masuk sekolah karena sakit selama berminggu-minggu. Waktunya berbarengan dan nama penyakit yang kami derita pun sama. Kemudian, kami juga sama-sama terdepak dari kelas unggulan dan tidak pernah kembali lagi. Posisi kami berdua digantikan oleh Mba Wiwi dan Mas Ipin yang tadinya juga sekelas.

Imam juga pernah menemani Mas Ipin main ke rumahku. Saat itu kami belum menikah. Dan saat itu tidak ada bayangan sama sekali bahwa dia akan menjadi suami Mba Wiwi. Ibuku pun kaget saat kuberitahu bahwa Mba Wiwi menikah dengan Imam. Dari sekian sedikit teman SMA-ku yang Ibu kenal, eh mereka ternyata jadi suami istri.

Yah, yang namanya jodoh ya.. kadang tak terduga.

Salah satu guru SMA kami pernah memberi pesan kepada kami untuk menyimpan baik-baik buku angkatan SMA. Katanya, suatu saat nanti buku itu akan sangat berguna bagi kami untuk membantu usaha pencarian pasangan hidup. Waktu itu, kami para siswa-siswanya hanya menganggapnya candaan. Tapi, saat ini, kami mengakui kebenaran pernyataannya.

Sudah banyak pasangan suami istri di angkatan kami yang dulu sewaktu masih SMA tidak pernah dinyana akan menjadi pasangan. Ya contohnya aku dan suamiku ini. :D

Percaya atau tidak, aku dan Mas Ipin sangat berutang budi dengan buku angkatan SMA. Empat tahun lalu, kami sedang asyik membuka-buka buku angkatan. Hasil dari membolak-balik buku tersebut terdokumentasikan di salah satu komentar postingan ini. Beberapa teman kami yang sudah menikah dengan sesama teman SMA juga mengakui bahwa mereka menggunakan buku angkatan untuk membantu mengenali calon.

Ada yang bilang, kami yang mendapat pasangan teman SMA adalah para manusia yang tidak mampu melebarkan sayap. Yaaa ada benarnya juga sih.

Hehehehe.

Sudah dulu ah meracaunya. Apa-apaan ini kok jadi membahas buku angkatan… :D

See you again!

Oleh-Oleh Kondangan

4 thoughts on “Oleh-Oleh Kondangan

  • November 22, 2012 at 7:59 am
    Permalink

    Hora, anata ni totte daijina hito hodo sugu soba ni iru no

    *nyanyi

    PS: cari sendiri artinya :D
    nur postingan terakhir..Semua Tak SamaMy Profile

    Reply
    • November 22, 2012 at 8:32 am
      Permalink

      Sampai dibela-belain gugling.

      Look, the person who is important to you is right beside you.

      Ya gitu deh, Nur. :D

      Reply
  • November 28, 2012 at 10:10 am
    Permalink

    emang kita juga pakai “metode” googling di buku angkatan yaa? :mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge