Naik? Nggak naik? Naik? Nggak Naik?

BBM naik -> Rio mencekik -> Reni tercekik

BBM naik -> biaya transportasi naik -> rakyat tercekik

BBM naik -> biaya transportasi naik -> harga pangan naik -> rakyat tercekik

BBM naik -> biaya transportasi naik -> harga pangan naik -> rakyat tercekik -> SBY dibenci rakyat -> SBY tidak dipilih lagi jadi presiden -> SBY sedih (kayaknya sih…)

BBM naik -> harga barang naik -> investor pusing

BBM naik -> Reni tercekik, rakyat tercekik, SBY sedih, investor pusing

BBM tidak naik -> APBN tercekik

BBM tidak naik -> terpaksa buat utang

BBM tidak naik -> terpaksa buat utang -> utang tambah banyak (yang mau mbayar siapa?)

BBM tidak naik -> terpaksa buat utang -> utang tambah banyak (yang mau mbayar siapa?) -> SBY pusing

BBM tidak naik -> terpaksa buat utang -> utang tambah banyak (yang mau mbayar siapa?) -> SBY pusing-> rakyat ntar2nya juga bakal dicekik

BBM tidak naik -> habis pemilu pasti naik

BBM tidak naik -> penderitaannya ga jauh beda sama BBM naik

Gaji pejabat dipotong -> subsidi BBM ditambah -> BBM tak perlu naik

Program smart card -> hemat memakai BBM -> BBM tak perlu naik

Penghematan anggaran kementerian negara/lembaga -> BBM tak perlu naik

Peningkatan produksi minyak mentah -> BBM tak perlu naik

Mengambil Dana Bagi Hasil untuk subsidi BBM -> BBM tak perlu naik

Rescheduling utang -> BBM tak perlu naik

Beberapa hari terakhir, berbagai harian nasional memuat berita seputar wacana kenaikan BBM. Entah berapa jumlah berita tentang ini yang harus kubuat kliping dan kurekam datanya setiap hari. Sampai bosan aku dibuatnya.

Aku tidak ingin ikut-ikutan meributkan masalah kenaikan BBM, tapi hanya penasaran mengetahui kapan BBM akan benar-benar naik. :) (Penasaran kapan aku akan semakin tercekik…)