keseharian

Kekasih Baru

(Yang aku tulis berikut, bagi beberapa orang mungkin bakal terasa sangat lebai…)

Beberapa bulan yang lalu, ketika untuk pertama kalinya aku mendengarkan Gigi menyanyikan lagu Sebelas Januari, aku sama sekali tidak menyangka bahwa pada saat ini, aku menjadi benar-benar jatuh cinta pada lagu itu.

Sebenarnya boleh dikatakan aku bukan penyuka musik, tetapi ada beberapa lagu yang benar-benar aku sukai dan bahkan sampai bertahun-tahun kadar kesukaanku kepada lagu-lagu itu tidak berkurang barang sedikitpun.

Yogyakarta yang dipopulerkan Kla Project adalah salah satunya. Lagu ini kukenal sejak aku masih duduk di bangku SD. Saat itu, Masku (baca: kakak laki-lakiku) memutar kaset lagu ini hampir setiap hari di rumah. Pepatah Jawa “witing tresna jalaran saka kulina” memang benar adanya. Karena hampir setiap hari mendengarnya, aku menjadi jatuh cinta pada Yogyakarta. Akan tetapi, setelah Masku memasuki bangku SMA (aku memasuki bangku SMP), dia tidak lagi tinggal lagi di rumah, dia kos. Yogyakartaku ia bawa ke tempat barunya.

Sejak saat itu, aku menjadi jarang sekali bertemu dengan Yogyakarta. Masku tidak pernah membawanya kembali ke rumah. Kemudian, kudengar kaset itu dipinjam temannya. Selanjutnya, kudengar kaset itu sudah tidak diketahui rimbanya. Oh, sedihnya aku saat itu. :(

Aku sudah berusaha mencari Yogyakarta di berbagai toko kaset, tetapi tidak ada hasil apapun. Karena sudah sulit menemukan Yogyakarta, aku pun tak lagi mencarinya. Kalau memang jodoh, pasti akan bertemu lagi, begitu yakinku. Meskipun demikian, bukan berarti kadar cintaku kepadanya menjadi berkurang. Ketika secara tidak sengaja bertemu dengannya, entah itu di radio atau di televisi, aku puas-puaskan rasa rinduku pada lagu itu.

Akhirnya aku bisa bertemu dengan Yogyakarta secara rutin setelah aku menemukan dia dalam bentuk MP3 bersama lagu-lagu Katon Bagaskara dan Kla Project (yang lalu berubah nama menjadi Kla) lainnya. Itu terjadi setelah aku duduk di bangku kuliah. Lamanya penantianku untuk bisa bertemu dengannya membuktikan bahwa aku benar-benar setia. (narcisnya aku…)

Selain Yogyakarta, aku juga menyukai Take Breath Away-nya Berlin. Lagu ini menjadi soundtrack film Top Gun (film favoritku sepanjang masa). Aku jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama (baca: pendengaran pertama). Saat pertama kali bertemu Take Breath Away, sembilan tahun yang lalu, aku bahkan tidak tahu siapa namanya (baca: judul lagunya). Tak hanya itu, aku juga tidak mengenal orang tuanya (baca: penyanyinya).

Aku memang tidak berusaha untuk bisa bertemu lagi dengannya. Cintaku pada Take Breath Away tidak menggebu-gebu. Hanya saja, setiap kali Top Gun diputar di televisi, aku pasti selalu berusaha untuk menonton agar bisa bertemu dengan kekasihku, Take Breath Away.

Aku bisa bertemu secara rutin dengan Take Breath Away baru beberapa bulan ini saja setelah aku menemukan dia berada di file musik komputer Mas Awied. (thanks banget ya Mas, dah mempertemukan kami lagi… :D )

Setelah begitu lama tidak pernah bertemu dengan lagu yang bisa membuatku jatuh cinta, Sebelas Januari tiba-tiba menyihirku. Seperti yang aku tulis sebelumnya, saat pertama kali mendengarkan lagu itu, aku biasa-biasa saja. Tak kusangka sama sekali aku akan jatuh cinta kepada lagu itu.

Cinta memang tak bisa ditebak, sangat misterius. Siapa sangka aku bisa jatuh cinta lagi? Sudah sembilan tahun lebih aku tidak pernah jatuh cinta lagi. Aku bahkan berpikir bahwa tidak akan ada cinta selain Yogyakarta dan Take Breath Away. Ternyata, mereka berdua harus siap berbagi tempat di hatiku dengan Sebelas Januari.

Cintaku kepada Sebelas Januari mulai bersemi sejak 20 Maret 2008 lalu, ketika aku pulang kampung bersama keluargaku. Hari itu, aku pulang ke Kebumen bersama keluarga Mbaku (baca: kakak perempuanku, kakak iparku, dan kedua keponakanku).

Selama perjalanan, kakak iparku terus menerus memutar kaset soundtrack film Ayat-Ayat Cinta di dalam mobil. Seluruh anggota keluarga Mbaku memang menyukai lagu-lagu yang ada di kaset itu. Namun, aku tidak. (maaf jika ada yang tersinggung dengan ketidaksukaanku pada lagu-lagu itu…)

Dua keponakanku ikut menyanyikan lagu itu dan semakin menambah rasa tidak sukaku pada lagu yang sedang diputar. Supaya tidak terganggu dengan suara-suara yang tidak kusuka itu, iseng kunyalakan MP3 playerku dan berusaha mendengarkan apapun selain yang berhubungan dengan Ayat-Ayat Cinta. (sekali lagi maaf jika ada yang tersinggung dengan ketidaksukaanku pada AAC…)

Di dalam MP3 playerku hanya ada beberapa lagu dan salah satunya adalah si Sebelas Januari itu. Kudengarkan ia dengan penuh konsentrasi supaya suara-suara di sekitarku tidak kudengar.

Saat itu, ku baru sadar bahwa syair lagu itu ternyata sangat indah.

Aku putar ulang lagu itu, dan entah karena apa, tiba-tiba aku menangis. Lagu yang benar-benar indah.

Syair lagu yang begitu indah, petikan gitar yang begitu harmonis (atau entah bagaimana menyebutnya), karakter vokal Arman yang enak didengar, dan semua yang ada di lagu itu benar-benar membuatku terpesona. Yang aku herankan, sebelumnya aku sudah pernah mendengar lagu itu dan sama sekali tidak merasa ada yang luar biasa di dalam lagu itu.

Aku memasang mode main ulang sekali pada lagu itu. Sepanjang sisa perjalanan, Sebelas Januari menjadi satu-satunya lagu yang diputar di MP3 playerku. Entah berapa puluh kali atau bahkan ratusan kali aku mendengarkannya.

Aku benar-benar kasmaran padanya. Kalau tidak karena baterai MP3 playerku habis (dan aku lupa membawa chargernya), mungkin selama berada di Kebumen yang aku lakukan hanya mendengarkan dan terus mendengarkan lagu itu.

Indahnya jatuh cinta lagi. Sungguh benar-benar indah, sangat sulit untuk aku ungkapkan dengan kata-kata. Sesampainya aku di Jakarta aku bisa kembali mendengarkan lagu itu. Rasa rinduku setelah beberapa hari tidak bertemu dengannya bisa terobati. Saat itu, aku resmi memberikan gelar kekasih kepada Sebelas Januari, bersanding dengan dua kekasihku yang lain, Yogyakarta dan Take Breath Away.

Jujur saja, sekarang ini aku memang berusaha jarang menemui (baca: mendengarkan) ketiga kekasihku. Jangankan setiap hari, seminggu sekali juga belum tentu. Bagiku, bertemu dengan mereka seperlunya saja. Yang lebih penting adalah mereka tahu bahwa aku sangat mencintai mereka. (bener ga ya teoriku?)

Ada banyak hal lain yang lebih bermakna daripada bertemu dengan mereka. Ada banyak hal lain yang lebih baik untuk aku dengarkan selain mereka. Aku yakin mereka bisa mengerti.

Sebenarnya, aku belum bisa memahami sepenuhnya mengapa aku bisa mencintai mereka bertiga. Kadang-kadang cinta memang sulit dimengerti. Tapi ya sudahlah, biar saja kujalani cinta ini. Kubiarkan seperti air yang mengalir…

Saat ini, Sebelas Januari memang menjadi kekasih yang paling aku cintai (bukan berarti kadar cintaku kepada dua kekasihku yang lain berkurang, lho). Hal ini mungkin karena dia yang paling ”muda”.

Sstt… jangan bilang siapa-siapa, ya. Sebenarnya ada suatu keinginan di dalam hatiku, suatu saat nanti, aku ingin ayah dari anak-anakku mendendangkan syair lagu Sebelas Januari untukku (halah halah…). Namun, mungkin dia terpaksa mengubah judul lagu itu terlebih dahulu. Bukan Sebelas Januari, mungkin Sebelas Februari, mungkin Sebelas Maret (kayak Supersemar aja), atau tanggal lain yang hingga saat ini aku juga belum tahu kapan tepatnya. :D

Sebelas Januari bertemu

Menjalani kisah cinta ini

Naluri berkata engkaulah milikku

Bahagia selalu dimiliki

Bertahun menjalani bersamamu

Kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

Akulah penjagamu

Akulah pelindungmu

Akulah pendampingmu

Di setiap langkah-langkahmu

Pernah ku menyakiti hatimu

Pernah kau melupakan janji ini

Semua karena kita ini manusia

Akulah penjagamu

Akulah pelindungmu

Akulah pendampingmu

Di setiap langkah-langkahmu

Kau bawa diriku ke dalam hidupmu

Kau basuh diriku dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu adalah hidupku

Kau sentuh cintaku dengan lembut

Dengan sejuta warna

22 Comments

  • vie

    Reni,,,Reni,,,
    ak gak menduga,,ternyata drimyu…
    sjak kapan suka dengerin lagu2…?hehehe…
    tapi emang lagu itu buagus buanget Ren,,,hehehe,,,
    ato jangan2 drimyu sedang jatuh cinta ya???
    hayo Reni!!!;p
    hehehe…

  • fairuzdarin

    -> Vie:
    sejak kapan ya suka ndengerin lagu2?

    ga tau…

    kayaknya emang ga pernah suka sih , vie…

    pengecualian buat para kekasihku itu sih, :)

    aku emang lagi jatuh cinta…
    jatuh cinta sama 11 Januari… :)

  • panpan

    ehmm…
    jadi kepingin tahu latar-belakang suka lagu ini?????

    klo aku suka lagu Bunda-nya Meli Goeslaw dan Leaving on a Jet Plane-nya Chantal Kreavizuk…

    btw klo gak suka AAC, gmn klo Ketika Cinta Bertasbih aja…???

  • Farijs van Java

    yah, mbak. aku kan pengen menyemangatimu. jangan diartikan negatif dulu, dong.

    aku tu, gini-gini, lebih suka “jalur belakang” daripada “jalur depan”.

    (^_^)v

    //dan lagi-lagi, jangan salah artikan komentarku ini. hehe….//

  • fairuzdarin

    -> Panpan:
    Latar belakang suka lagu ini? Syairnya menurutku sangat indah… :)
    Ketika Cinta Bertasbih? Ehmmm……. :)

  • fauziah85

    hmm… Dilwalle dulhaniya le janyenge!!! (ga tau, yang kepikiran langsung itu. Bukan berarti aku suka lagu india yang itu, tapi…artiin kata-kata itu deh) ^_^

  • fairuzdarin

    -> Farijs:
    Siapa yang mau menyalahartikan komentarmu? Lha wong aku ngerti juga kagak. :)

    -> Fauziah:
    Aku disuruh mengartikan komentar lagi…
    Ga tau, Nur…
    :(

  • kucingpemalu

    Reni sensitif, ya?
    bisa setia ama lagu…
    ingat top gun, jadi ingat waktu smp.
    di depan sekolah ada tukang poster jualan, dan ada poster top gun, gambarnya tom cruise lagi duduk di bangku, megangin dagunya.
    take my breath away juga, lagi populer waktu itu.
    sama dengan lagu atenti al lupo.

    fairuzdarin : Reni ga tau bahwa Reni sensitif ato ga… menurut Pus gimana? :)
    wah, pas top gun ada, si Pus udah smp… aku aja baru ada di dunia…

  • Samsul Arifin

    Kekasih baru? Plis dong ren! Berarti kekasihku banyak dong? Lha wong lagu kesukaanku banyak banget. :)

    fairuzdarin: aku lebay ya, Pin? aku udah ngerasa sih kalau postinganku bakal terasa lebay..
    waduh waduh, emang ada berapa lagu kesukaanmu itu, Pin? cobalah untuk memilih satu atau dua untuk Ipin jadikan kekasih..
    kalo sulit, ya mungkin emang Ipin ada bakat membagi cinta.. :P

  • SAMSUL ARIFIN

    eh, sekarang tanggal 11 januari kan?

    kamu ga merayakannya, ren? aku pura-pura ga liat wis. *sambil tutup mata*

    fairuzdarin: iya, ya.. sekarang tanggal 11 Januari..
    wah, pas banget, ni..
    merayakan? waduh, ntar kekasihku yang lain pada cemburu ga, ya?
    :roll:
    repotnya kalo punya kekasih banyak..

  • hanif

    Sekarang 11 Januari. Kapan makan-makan syukurannya Ren? Ini perlu dirayakan lho. Aku cap-cai saja. Sama jus melon. Kamu mau apa Pin?

    fairuzdarin: oh, pengen capcai aja? kirain mau sayur peso? :P
    kalo mau itu, aku bikinin aja…
    ato pengen nyobain pare? masakan pare-ku ga pahit, kok..
    mbok yao sekali-kali nyobain pare, Bud. jangan gedhek-gedhek mulu kalo ditawarin…

    Ipin ga mau apa-apa, dia lagi puasa. ya kan, Pin?

  • hanif

    Sebenarnya kalo di rumah nyayur pare dimakan juga sih..tapi cuma sedikit. Banyakin tempe gorengnya. He he he…
    eh ..mmmm….
    Sejak kapan kamu bisa masak Ren? Siapa orang malang yang mencoba masakanmu pertama kali? He he he

    fairuzdarin: eh, pare itu banyak manfaatnya lho, Bud.
    pare dapat mengobati bisul, batuk, sariawan, kencing manis, dll.

    eh eh eh, dikau meragukan kemampuanku memasak, ya? jangan salah ya, dulu di kosku, aku dikenal sebagai yang paling ahli memasak. (memasak air)

    bukan orang malang yang mencoba masakanku, Bud. tapi, orang Kebumen. :P

  • DadJoe

    Ren, jujur aq ga suka-suka amat sama yg namanya lagu, artinya klo ada lagu yg baru dan enak didengar n dinyanyikan, ya ikutin aja, begitu seterusnya,,,,, tapi jujur (hehe,,,, perlu sumpah ga?) klo sama lagu yg berjudul 11 Januari aq keseeeel bnget, bukan sama lagunya, tapi aq ga abis pikir sama Gigi, knapa c klo mw bikin judul lagu 11 Januari ga bilang2 ke aq???, maksudnya aq bs usul klo judulnya diganti jd 10 Januari saja!!!!!!! Huuuh,,, bener2 keseeeel!!!!

  • fairuzdarin

    ->pak DadJoe:
    Waaah, iya juga ya.. Kenapa ga 10 Januari aja judulnya?? Nangguuung…
    Kan seru tuh kalo Pak Dad nyanyiin buat Uni, hehehe.. Ditanggung tambah cinta deh Uni… Terus kalo lagi marah, langsung baek lagi… Hehe… :P

  • mbakyani

    huhahahahahaahaa…reni..aku kira ak rivalmu yg tergabung dlm FBY (Fans Berat Yogyakarta)…ternyata km cm cinta lagunya. Artinya km adl FBK (Fans Berat Kla)…..

    Untung kita bukan rival jeng :)

  • fairuzdarin

    ->Mbakyani:
    Aku juga suka kota Yogyakarta, Mba… Kotanya unik banget, mbetahin, padahal kalo ke sana paling ya cuma mampir beberapa hari doang, tapi kenangannya tak terlupakan… I love Yogyakarta, ya lagunya, ya kotanya…
    Beneran! Hehe…

  • Wiwi

    Kalau ga salah, 11 januari itu tanggal nikahnya Arman sama Dewi Gita kan ya?
    Ayo Ren, jangan cuma bikin artikel tentang 11 Januari aja. Wujudkan “11 Januari”-mu.
    Btw, artikelmu ini ditulis lebih dari setahun yang lalu. Dulu tak seperti hari ini… Sekarang sudah kebayang siapa yang akan menyanyikan lagu itu buatmu kah?? Aku bayangkan dulu


    Hiii, gelii..

    • fairuzdarin

      Oh, iya to? 11 Januari tuh tanggal nikahnya mereka? Aku malah baru tahu…
      Kapan ya kuwujudkan “11 Januariku”? Ehmmm… Tomi dulu yang mewujudkan juga gapapa… :P
      Eh, Tom, suaranya lumayan bagus, kok. :P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge