keseharian

BPA Free Berarti Aman?

Biasanya saya ke kampus bawa air mineral dari rumah. Jadi, kalau haus ya tidak perlu beli. Tempat minumnya dari Tupperware yang katanya adalah salah satu produk plastik yang aman dipakai. Tapi, karena suami bawa tempat minum itu ke kampusnya buat dipakai sehari-hari di sana, maka saya pun jadi jarang membawa air lagi. Beli air mineral hampir tiap hari ternyata dipikir-pikir boros juga. Ya boros uang, ya boros bungkus plastiknya. Mau beli Tupperware lagi kok member Tupperwarenya jauh. Akhirnya, pas tadi lagi main ke Harmony, saya memutuskan untuk beli tempat minum dari produk plastik yang kira-kira aman. Spontan saja sih.

Namanya Clip Fresh. Tempat minumnya ada klipnya. Biarlah sedikit aneh, daripada tidak jadi-jadi beli tempat minum. Ada keterangan BPA free. Lihat pantat botolnya juga ada nomor 5 di dalam segitiga. Terus, harganya di antara jejeran tempat minum di swalayan itu juga yang paling mahal, meskipun ya tidak termasuk mahal juga untuk ukuran tempat minum. Berdasarkan hal-hal tersebut, saya anggap tempat minum itu aman dan saya bisa membelinya.

Jadilah saya beli.

Kemudian, karena penasaran apa itu BPA free, pulang dari swalayan saya googling.

Kata wikipedia tentang apa itu BPA:

Bisphenol A (BPA) is an organic compound with the chemical formula (CH3)2C(C6H4OH)2. It is a colourless solid that is soluble in organic solvents, but poorly soluble in water. Having two phenol functional groups, it is used to make polycarbonate polymers and epoxy resins, along with other materials used to make plastics.

BPA is controversial because it exerts weak, but detectable, hormone-like properties, raising concerns about its presence in consumer products and foods contained in such products. Starting in 2008, several governments questioned its safety, prompting some retailers to withdraw polycarbonate products. A 2010 report from the United States Food and Drug Administration (FDA) raised further concerns regarding exposure of fetuses, infants, and young children.In September 2010, Canada became the first country to declare BPA a toxic substance.In the European Union and Canada, BPA use is banned in baby bottles.

Bahan plastik yang mengandung BPA katanya berpotensi merusak hormon. Dari hasil baca artikel di sana-sini, jika BPA ini larut dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia, maka dia dapat menyebabkan kanker (kanker testis pada laki-laki dan kanker payudara pada perempuan), gangguan reproduksi, mengganggu keseimbangan hormon pada anak sehingga mengganggu pertumbuhannya, dan gangguan kesehatan lainnya.

Wah, bahaya juga ya BPA ini. Pantas banyak produk plastik yang dengan bangganya mencantumkan keterangan BPA free, terutama produk botol susu bayi.

Tapi eh tapi, ternyata keterangan BPA free ini juga tidak menjamin kalau produk plastik itu sudah aman. Dari artikel di sini, saya dapat informasi berikut:

Dalam penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Texas, Amerika, para peneliti meneliti lebih dari 500 produk rumah tangga yang digolongkan bebas BPA (BPA Free). Ternyata 92 persen produk itu mengandung zat berbahaya yang bisa larut ketika produk plastik itu dicuci, dipanaskan dan terpapar matahari.

Bukan hanya itu, para peneliti juga menemukan bahwa produk bebas BPA itu ternyata juga mengandung bahan kimia yang meniru hormon estrogen dalam kadar cukup tinggi. Bahan kimia berbahaya itu paling tinggi ditemukan dalam produk botol bayi yang mengandung Polyesthersulfone (PES) atau polyetheylene terephthalate glycol (PETG) yang kandungan BPA-nya sudah diganti.

Walah..

Ternyata belum tentu aman juga toh.

Terus, apa dong yang aman?

Mungkin jawabannya adalah jangan menggunakan produk plastik. Pakai botol kaca bekas sirup sepertinya lebih aman, hehehe. Kalaupun mau memakai plastik, berarti kita harus lebih pintar lagi memilih mana produk yang memang benar-benar aman. Tapi, mungkin memang susah sih. Lha ini saja yang BPA free di berbagai artikel disebut aman, eh ternyata juga belum tentu aman. Sebagai orang awam, saya mencari informasi aman tidaknya produk seringnya ya dari berbagai artikel di internet itu.

Lalu, setelah membaca artikel-artikel itu, apakah saya akan mundur untuk menggunakan tempat minum yang baru saya beli tadi?

Kan sudah terlanjur beli, dan saya pun berpikir positif bahwa siapa tahu produk saya termasuk yang terbilang aman, jadi ya saya putuskan akan tetap memakai tempat minum itu. Hehehe. :D Inginnya sih membeli produk plastik yang aman, tapi yang aman itu seperti apa juga kurang informasi. Kata banyak orang, kalau pantatnya berangka 5 juga sudah cukup aman. Produk yang saya beli tadi juga bernomor 5, tapi apakah memang benar-benar aman, saya tidak tahu pasti.

Ah sudahlah. Tidak mau pusing-pusing sekali. Seperti kebanyakan orang Indonesia golongan bawah lainnya, urusan keamanan suatu produk (terutama produk transportasi sih, hehe) itu ditaruh di nomor kesekian saja. Yang penting kan sudah berusaha. Hehehe. :p

 

Sumber artikel:

http://en.wikipedia.org/wiki/Bisphenol_A

http://health.kompas.com/read/2011/03/16/07222942/www.kompas.com

http://www.mayoclinic.com/health/bpa/AN01955

http://nurinshop.multiply.com/journal/item/2

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge